Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T., alumni Program Doktor Prodi Arsitektur UGM Angkatan 2016, menorehkan prestasi membanggakan dengan pencapaiannya sebagai Guru Besar di Universitas Nusa Cendana.
Judul pidato yang disampaikan adalah “Bidang Ilmu Arsitektur dan Perilaku: Membangun Ruang bagi Jiwa Manusia yang merupakan pemaknaan dari Pruitt-Igoe hingga Kios Angalai.” Judul ini mencerminkan fokus kajian pada keterkaitan antara arsitektur dan perilaku manusia, serta menekankan pentingnya pemaknaan ruang sebagai bagian dari pengalaman dan kehidupan manusia.
“Ketika bekerja di dalam ruangan maupun di lapangan dan menghadapi berbagai permasalahan arsitektur yang bersifat teoritis maupun praktis, satu kesadaran terus menguat dalam diri saya yaitu bahwa arsitektur bukanlah tentang wujud fisik semata. Bentukan ruang hasil desain tidak seharusnya dipahami sebagai seni subjektif yang lahir dari lamunan yang disalahpahami sebagai kreativitas oleh mereka yang digelari Arsitek. Ruang dan bangunan adalah wujud fisik yang kasat mata tetapi jiwa manusia yang tak kasat mata-lah yang menghidupkannya. Tantangannya adalah bahwa jiwa manusia dianggap terlalu abstrak untuk diamati dan dipelajari. Sementara ilmu pengetahuan modern cenderung positivistik menuntut bahwa objek keilmuan harus dapat diamati dan diukur. Pendekatan perilaku yang diadaptasi dalam pengembangan arsitektur melahirkan kajian arsitektur sebagai relasi antara manusia dan lingkungan binaan sehingga hubungan manusia dan ruang bersifat timbal balik. Manusia membentuk ruang melalui desain dan ruang membentuk perilaku mansia melalui pengalaman keseharian. Hal ini mempertegas kenyataan bahwa arsitektur memang tidak dapat dipahami hanya sebagai objek fisik tetapi sebagai sistem pengalaman manusia yang terbentuk melalui interaksi antara ruang, perilaku, dan makna budaya.”
(diambil dari Pengantar Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Arsitektur Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T. pada 8 April 2026 hlm. 3-5)



Ditulis oleh Shafa Amalia Sukowati