Pada tanggal 27 November 2025, Program Doktor Prodi Arsitektur DTAP FT UGM mengadakan Ujian Tertutup bagi Kandidat Doktor Ristya Arinta Safitri dengan judul disertasi He-Xie sebagai Nilai Akulturasi Tionghoa-Jawa dalam Ruang Hunian di Kampung Ketandan Yogyakarta.
Budaya sangat terkait dengan arsitektur sebagai cerminan identitas, yang diperkaya oleh migrasi manusia. Contoh utamanya adalah diaspora etnis Tionghoa ke Asia Tenggara karena perdagangan (terutama 1870-1940), di mana mereka berhasil mempertahankan identitas arsitektur khas Pecinan sambil mengalami akulturasi dengan budaya setempat. Khusus di Yogyakarta, etnis Tionghoa memainkan peran ekonomi penting sejak masa Kesultanan, menetap di kawasan seperti Kampung Ketandan di dekat Pasar Beringharjo, yang merupakan bagian dari Catur Gatra Tunggal kota, di mana terjadi percampuran budaya Tionghoa dan Jawa, namun hingga kini, mereka masih menghadapi masalah kepemilikan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan teori nilai ruang hunian rumah tinggal Tionghoa di Kampung Ketandan Yogyakarta dengan menelaah pola penataan ruang, baik fisik maupun nilai-nilai laten (nomenal), sebagai cerminan nilai-nilai yang masih dianut masyarakat dalam konteks akulturasi budaya Jawa.



