Program Doktor Prodi Arsitektur Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Doctorate Program in Architecture Guest Lecture bertemakan Strategy for International Publication menghadirkan Prof. Dr. Mark Hampton yang merupakan seorang dosen senior di University of Kent, Inggris. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 9 Februari 2026, secara luring di Ruang Seminar Lantai 2 DTAP FT UGM dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa Program Doktor Program Studi Arsitektur yang hadir.
SDGs
Program Doktor Prodi Arsitektur DTAP FT UGM menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor untuk mempercepat proses dan meningkatkan kualitas publikasi internasional mahasiswanya dengan menghadirkan Prof. Dr. Mark P. Hampton, FRGS, FHEA dari University of Kent England.
Kegiatan dibuka pada hari Selasa, 13 Januari 2026 oleh Dr.Eng. Ar. Alexander Rani Suryandono, S.T., M.Arch., IAI. (Ketua Departemen Periode 2026-2031), Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch., Ph.D. (Ketua Prodi Periode 2015-2025), Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D. (Sekretaris Prodi Periode 2026-2031), dan dihadiri oleh Asmarani Februandari S.T., M.Sc., Ph,D. (Asisten Akademik).
Pada tanggal 8 Januari 2026, Program Doktor Prodi Arsitektur DTAP FT UGM mengadakan Ujian Tertutup bagi Kandidat Doktor Gun Faisal dengan judul disertasi Tiang Tuo sebagai Wujud Kesadaran Transenden dalam Budaya Berhuni Masyarakat Adat Kanagorian Sentajo Provinsi Riau.
Koto merupakan sebuah lanskap permukiman yang terletak pada wilayah bukit di pinggiran sungai Kuantan. Koto menjadi pusat pemerintahan dan pusat sebuah negeri dimana pemimpin adat atau ninik mamak dan jajarannya berkedudukan. Terdapat beberapa koto di sepanjang sungai Kuantan yang disebut dengan istilah ‘Negeri (nan) Kurang Oso Duo Puluah’, atau disebut 19 negeri atau koto. Dari sekian banyak koto tersebut, pada saat ini koto Sentajo merupakan permukiman yang masih mempertahankan secara lengkap adat kebudayaan dengan adanya organisasi adat yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Koto Sentajo menjadi fenomena yang menarik karena terletak di pinggir sungai Kuantan yang berada dalam perbatasan budaya antara Melayu dan Minangkabau. Rumah godang merupakan salah satunya atribut yang berada di dalam sebuah koto. Rumah godang merupakan identitas yang sangat kuat dari suatu masyarakat, baik dari segi transisi budaya maupun dengan keberadaannya. Fenomena ini perlu dikaji dikarenakan terdapat irisan kebudayaan dan kemiripan nama dan istilah, baik secara bentuk, maupun secara konsep spasialnya. Masyarakat Sentajo melakukan upaya pembangunan rumah godang dengan melaksanakan aturan adat yang mereka miliki. Penelitian ini melihat bagaimana aktivitas masyarakat kanagorian Sentajo yang terlaksana melalui setting fisik pada permukiman dan rumah godang di koto Sentajo. Penelitian ini juga akan melihat konsep budaya berhuni rumah godang beserta proses pembangunannya yang dilakukan melalui tradisi lokal.